Selasa, 01 Mei 2012

Bank Data Fisika

Soal Fisika Ujian Nasional






Some fundamental 'general concepts' among the most sought after topics for tutoring Physics are Physical observation, quantity, experiment, theory, unit, state and system and the force of Gravity and some 'theoretical concepts' are Particle, Physical field, Wave, Physical constant, Physical law, Physical interaction and Mass energy equivalence. Professional teachers and professors also give out tuitions at home or tutorials. To get a grip of Physics, one of the most profound primitive institutions of academics, you can opt for tutors from the best teachers you know, or even get through with suitable tutors online.

Physics is much about the nature of things in this realm we live. Perhaps, you have heard of Murphy's Law, well there is a good amount of reality behind complex systems, mathematically speaking, they more things you have running the more chances of one of them breaking. To help illustrate these points and other topics which intersect this concept; I'd like to recommend this book;

"At Home in the Universe - the search for the laws of self-organization and complexity" by Stuart Kauffman. 1995 If you are looking for a book that takes all the observations, natural laws and known science and then poses the question and looks for the ultimate answers in complexity, chaos and natural self-organization from atoms and molecules to complex bio-systems and planetary systems. The author makes some great points in the book and takes the reader into deep thought.

Work, Energy, and Power - Chapter Outline

Lesson 1: Basic Terminology and Concepts

  1. Work
    1. Definition and Mathematics of Work
    2. Calculating the Amount of Work Done by Forces
  2. Potential Energy
  3. Kinetic Energy
  4. Mechanical Energy
  5. Power

Lesson 2: The Work-Energy Theorem

  1. Internal vs. External Forces
  2. The Work-Energy Connection
    1. Analysis of Situations Involving External Forces
    2. Analysis of Situations in Which Mechanical Energy is Conserved
    3. Application and Practice Questions
  3. Bar Chart Illustrations

Sources:

1. The Classroom Physics
2. http://olimpiadeastrofisika.blogspot.com/

Kamis, 01 Maret 2012

Bank Soal Fisika

Soal Fisika Ujian Nasional




SMP:IPA : – Soal Latihan IPA Paket 1
- Pembahasan Soal Latihan IPA Paket 1
Physics (from Ancient Greek: φύσις physis "nature") is a natural science that involves the study of matter and its motion through spacetime, as well as all related concepts, including energy and force. Physics is one of the oldest academic disciplines, perhaps the oldest through its inclusion of astronomy.

Certain research areas are interdisciplinary, such as mathematical physics and quantum chemistry, which means that the boundaries of physics are not rigidly defined. In the nineteenth and twentieth centuries physicalism emerged as a major unifying feature of the philosophy of science as physics provides fundamental explanations for every observed natural phenomenon. New ideas in physics often explain the fundamental mechanisms of other sciences, while opening to new research areas in mathematics and philosophy.


Rabu, 01 Februari 2012

OSN fisika

Untuk mendapat soal OSN fisika tingkat kabupaten anda dapat mengklik link yang telah kami sediakan.




  • Soal OSN fisika tingkat kabupaten 2009 (klik di sini) , pembahasan OSN fisika tingkat kabupaten 2009 (klik disini)
  • Soal OSN fisika tingkat kabupaten 2010 (klik di sini), pembahasan OSN fisika tingkat kabupaten 2010 (klik disini)
  • Jumat, 13 Januari 2012

    Soal Fisika SNMPTN

    1. Soal Fisika UMPTN/ SPMB/ SNMPTN tahun 2008 <<download disini>>
    2. Soal Fisika UMPTN/ SPMB/ SNMPTN tahun 2007 <<download disini>>
    3. Soal Fisika UMPTN/ SPMB/ SNMPTN tahun 2006 <<download disini>>
    4. Soal Fisika UMPTN/ SPMB/ SNMPTN tahun 2005 <<download disini>>


    Sumber:

    Herdian,S.Pd. M.Pd.
    Blog Edukasi

    Rabu, 11 Januari 2012

    Soal Ujian Nasional Fisika

    Soal-Soal Pemecahan SNMPTN


    [   ]soal-uan-sma-fisika00-07.zip


    Soal Fisika lebih banyak kedalam pengujian penguasaan konsep dari pada menghitung dengan hitungan yang rumit seperti dalam perkataan siswa bahwa fisika ngitungnya rumit sehingga bikin pusing tujuh keliling mengakibatkan kepala botak.

    Akhirnya fisika merupakan pelajaran yang paling tidak disukai seperti yang pernah di bahas pada postingan terdahulu.

    sumber: Internet Sehat

    Senin, 09 Januari 2012

    Bank Soal SNMPTN

    Soal-Soal Pemecahan SNMPTN


    Sebagian orang menganggap fisika susah karena terlalu banyaknya rumus yang digunakan. ”Ngapalin rumusnya aja susah, udah gitu bingung mau makenya gimana”, begitu komentar para siswa tentang fisika. Sebenarnya, rumus tidak perlu dihafal tetapi dipahami. Terdengar klise memang, tapi begitulah kenyataannya.

    Rumus atau persamaan di fisika, pada umumnya dipakai sebagai pernyataan ringkas suatu konsep. Suatu teori atau konsep yang bisa memakan penjelasan berlembar-lembar kertas, dapat dinyatakan dengan tepat hanya dalam satu baris persamaan. Hal ini merupakan salah satu sebab utama mengapa di fisika banyak sekali rumus.

    Namun, hal yang banyak terjadi dalam pendidikan kita adalah kebanyakan siswa hanya melihat rumus itu secara sepotong-sepotong. Mereka tidak (mau) mengetahui cerita atau konsep di balik rumus tersebut. Hal ini mengakibatkan daya analisis siswa lemah, sehingg mereka hanya bisa menyelesaikan soal yang langsung dan mudah yaitu yang hanya menggunakan satu rumus. Kalau terdapat soal yang menggunakan konsep yang bermacam-macam –yang berarti juga memakai rumus lebih dari satu- mereka kebingungan menyelesaikannya.

    Berikut beberapa contoh tentang kebingungan para siswa terhadap rumus dalam fisika:

    1) Rumus untuk koefisien gesek statik sering dinyatakan dengan:

    μ = tan θ ..........(1)

    Rumus ini sering dipahami siswa bahwa koefisien gesek statik (μ) tergantung pada besarnya sudut kemiringan bidang (θ). Padahal pemahaman ini sama sekali salah. Koefisien gesek statik hanya tergantung pada jenis bahan-bahan yang bergesekan. Atau dalam bahasa fisika, koefisien gesek statik merupakan karakteristik dua bahan yang bergesekan (misalnya, antara kayu dengan kayu, dll).

    Rumus (1) merupakan rumus yang digunakan sebagai cara untuk mengukur koefisien gesek. Apabila kita punya sebuah benda, misalnya buku, lalu kita ingin mengetahui berapa koefisien gesek statik antara buku dengan permukaan dari kayu, maka cara mengetahuinya adalah dengan meletakkan buku tersebut di atas permukaan kayu. Kemudian permukaan kayu itu kita miringkan (terhadap horizontal) sedikit demi sedikit. Pada saat awal (sudut kemiringan kecil), buku tidak akan bergerak, tetapi setelah terus dimiringkan, pada sudut kemiringan tertentu (θ) buku akan mulai mulai bergerak, nah tan θ inilah yang merupakan nilai μ.

    Terlihat bahwa nilai sudut θ adalah spesial, tidak bisa divariasikan sembarangan, hanya terdapat satu nilai θ untuk koefisien gesek statik antara bahan kertas dan kayu. Hal ini mengakibatkan bahwa rumus (1) tidak bisa dipahami sebagai hubungan ketergantungan antara μs terhadap θ. Rumus itu memberitahu kita bagaimana cara mengukur μ.

    2) Contoh lainnya adalah rumus untuk koefisien muai panjang α:

    α = ΔL/(ΔT.Lo) ........(2)

    Dalam rumus di atas, apakah α bergantung pada perubahan panjang benda ΔL, perubahan temperatur ΔT, atau panjang awal Lo? Jawabannya: α tidak tergantung kepada ketiga besaran di atas. Lagi-lagi, koefisien muai panjang α merupakan karakteristik dari suatu bahan (logam). Pers. (2) merupakan persamaan yang mendefinisikan koefisien muai panjang. Jadi, arti dari pers. (2) adalah koefisien muai panjang didefinisikan sebagai fraksi perubahan panjang per satuan temperatur.

    3) Lain lagi dengan persamaan gerak jatuh bebas di bawah ini,

    h = -(gt^2) / 2 .............(3)

    yang memang menyatakan ketergantungan ketinggian h terhadap waktu t. Pers. (3) adalah persamaan fungsi h terhadap t^2.


    Para siswa sering tidak mengetahui ”cerita” di balik rumus. Sehingga pemahaman mereka sering salah, bahwa setiap rumus hanya dipahami sebagai hubungan ketergantungan antar variabel. Dari contoh di atas, kita dapat tahu bahwa rumus dapat menyatakan:
    a) bagaimana cara mengukur sesuatu
    b) definisi suatu kuantitas
    c) fungsi (ketergantungan) suatu variabel terhadap variabel lainnya.

    Untuk memahami suatu rumus kita harus memahami cerita di balik rumus tsb.



    Disusun Ulang Oleh:

    Arip Nurahman

    Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
    &
    Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University,
    Cambridge. USA.